Curcolan RPers Part 1

Halo men. gue adalah salah satu mantan RPers karena beberapa hari yang lalu gue baru aja ninggalin dunia (yang menurut gue) laknat itu. sebetulnya gue gak nyalahin dunia itu karena berhasil mengubah gue menjadi begini. tapi gue rada gondok aja kalau udah terjun kembali ke dunia rp. pasalnya rp menurut gue punya daya tarik tersendiri sehingga bisa bikin gue betah dan ngebet banget stay lama didepan handpone  gadget atau laptop gue. bahkan sering banget gue ngalong dan bangun jam tiga pagi terus check rp gue yang bahkan isinya cuma sekedar open follow rp doang. rasanya mata gue pengen nangis.

oke maybe gue kebanyakan bacot jadi gue lebih baik mengawali ini semua dengan Baca lebih lanjut

Iklan

K – I – T – A TAMAT

Catatan lusuh


Tidak ada yang tahu satu menit ke depan kita akan seperti apa. Setuju.

Bagian hidup terbesarku hilang. Bukan suatu penghianatan, tapi takdir.

Orang yang benar-benar aku cintai telah pergi. Bukan pergi, tapi di rampas dari sisi ku!!! Boleh aku salahkan nasib?

Aku bagaikan seongok daging yang telah membusuk. Luka yang tertoreh begitu membuatku terpuruk.

Tapi bukan berarti aku harus menyusul cintaku ke ufuk.

Pelukan Rama tak lagi menenangkan kala itu, nasihat Ibu tak lagi terdengar menjagaku, air mata adalah teman setiaku kala itu.

Bagaimana tidak ketika kekasih yang amat kau cintai tergeletak lemah, bersihbah darah, meratap dengan nada berat namun lemah, bertahan dari rasa sakit yang mengiris bagian kepalanya.

Seperti tertohok bambu runcing pejuang, terbakar api sang raja durjana, tengelam dalam lautan es yang mematikan.

Tercabik-cabik? Pernah merasakannya? Bahkan yang aku rasakan lebih dari itu, melihat kekasih yang ku cinta tersenyum dalam pengakhirannya, terkekeh dalam rasa sakitnya.

Tuhan tak…

Lihat pos aslinya 4.193 kata lagi

K – I – T – A Chapter 17

Catatan lusuh

Figi masih terperangah akan pengakuan Miranda. Seorang transgender di depannya entah bermaksud apa memberitahu hubungannya dengan Ayah Bayu yang seorang anggota dewan DPRD Jawa barat.

“Maksud mbak Mira apa?” tanya Figi heran. “Iya, Ayahnya Bayu itu suamiku” yakin Miranda ke Figi.

“Kenapa embak ngasih tau hal se-private itu ke aku mbak?” tanya Figi lagi dengan herannya.

“Aku hanya ingin berbagi semua tentang aku dengan mu, apa kamu keberatan Gi?” tanya balik Miranda masih berbisik.

“Tidak, aku suka!” Figi tersenyum masygul.

“Semangati, ayo. Jangan sampai dia mengharapkan semangat mu tapi kamu terlalu drama dengan ke khawatiranmu. Kadang kala kamu harus menggunakan insting bercintamu sebagai lelaki, jangan melulu mencintai seseorang dengan cara wanita, walau faktanya para Bot banyak yang begitu” celoteh Miranda selalu panjang lebar dan melebar dari topik pembicaraan.

Figi mengangguk mantap, lenguhan para penonton terdengan saat tendangan Bayu menjatuhkam Doni, para siswa dari SMK Mahardika dan pendukung Doni lainya berdiri…

Lihat pos aslinya 3.710 kata lagi

K – I – T – A Chapter 16

Catatan lusuh

Author POV”

Puluhan orang memenuhi makan Wilda kini, beberapa diantaranya menangis tersedu-sedu, sebagian meratapi si pemilik batu nisan, sebagian lagi menangis tanpa mengeluarkan air mata.

Satu persatu para pelayat melangkahkan kaki menginggalkan makam.

Para pengubur mulai melangkah pergi, seorang cowok beridiri tiga meter dari batu nisan bertuliskan -Wildaniati Novia- tatapan sendu diarahkannya, cowok itu menyandarkan tubuh tegapnya kepohon Beringin di samping kirinya beserbangan dengan keluarga Wilda.

“Ram” Panggil cowok yang sekarang memakai kacamata, cowok berkulit putih, tingginya hampir menyamai cowok yang dipanggil Ram tadi olehnya.

“Okeh, kita pulang Gi” jawab Rama, langkah Rama diusahakan panjang, sambil menatap nisan Wilda yang masih sangat baru, nisan yang terbuat dari papan dan masih wangi cat.

Figi hanya mengangguk berjalan menyamai langkah Rama, sahabat-sahabat mereka yang lain telah menunggu di parkiran pemakaman ini.

Seorang cewek berjilbab yang terlihat sangat anggun dengan baju berbalut warna serba hitam tersenyum indah kepada Rama, Rama membalasnya tak kalah…

Lihat pos aslinya 4.002 kata lagi

K – I – T – A Chapter 15

Catatan lusuh

Agus POV”

Aku memang terlalu naif dari pertama, bahkan aku terlalu menganggap mudah cinta, menganggap semua orang yang belum mencintaiku bisa dan akan mencintaiku setelah aku masuk ke dalam hidupnya. Aku salah besar. Bahkan kini aku telah kalah.

Figi itu bagaikan bongkahan berlian yang mempunyai sisi tajam! Indah, hasrat yang ku punya untuk memilikinya begitu mendalam. Tapi setelah aku berhasil menggenggamnya tanganku lah yang terluka oleh sisi tajamnya.

Payah, mencintai seseorang yang mencintai orang lain. Ya. Orang lain. Dan lebih mirisnya lagi orang yang di cintai kekasih hatimu itu sahabat karibmu sendiri.

Apa yang akan kau lakukan terhadap mereka? Aku, aku jujur ingin membiarkan mereka bahagia. Tapi tidak bisa! Setiap melihat mereka tertawa bahagia itu adalah sebuah hinaan untukku.

Aku lelaki aku tak suka di pilih, aku harus selalu memilih, tapi ini kehidupan, dunia nyata yang jauh dari syair para pujangga. Kalah, jatuh, susah, menderita pasti dialami dalam kehidupan ini…

Lihat pos aslinya 4.362 kata lagi

K – I – T – A Chapter 14

Catatan lusuh

Figi tidak menjawab dia langsung berenyanyi

Sepinya hari yang ku lewati
Tanpa ada dirimu menemani
Tunyi ku rasa dalam hidupku
Tak mampu ku tuk melangkah
Masih ku ingat indah senyummu
Yang selalu membuatku mengenangmu
Terbawa aku dalam sedihku
Tak sadar kini kau tak di sini
Engkau masih yang terindah
Indah di dalam hatiku
Mengapa kisah kita berakhir
Yang seperti ini
Masih ku ingat indah senyummu
Yang selalu membuatku mengenangmu
Terbawa aku dalam sedihku
Tak sadar kini kau tak di sini
Engkau masih yang terindah
Indah di dalam hatiku
Mengapa kisah kita berakhir
Yang seperti ini
Yang seperti ini
Engkau masih yang terindah
Indah di dalam hatiku
Mengapa kisah kita berakhir
Yang seperti ini
Hampa kini yang ku rasa
Menangis pun ku tak mampu
Hanya sisa kenangan terindah
Dan kesedihanku

“buat Dodon, Agus apa Galang tadi tuh?” aku langsung bertanya setelah Figi berhenti bernyanyi memang suaranya tidak sebagus Doni atau Juwita…

Lihat pos aslinya 2.181 kata lagi

K – I – T – A Chapter 13

Catatan lusuh

Author POV”

“Gi lo nangis?” Doni sontak bereaksi ketika merasakan air mata Figi membasahi dadanya.

“nggak apa-apa, gue tenang kok sekarang, nggak apa-apakan gue nangis di dada lo ini?” Doni hanya mengangguk.

Figi menghirup wangi tubuh Doni dalam-dalam lalu matanya terpejam, terjaga mungkin yang terbaik untuk Figi.

Doni masih mentap Figi yang sudah terjaga, biasanya jika tertidur wajah Figi selalu terlihat damai tapi kali ini tidak. Guratan tipis menghiasi kening mulus Figi, tercetak sebuah gambaran masalah besar yang sedang di alami Figi saat ini.

“tidurlah, udah saatnya gue jagain lo lagi, lo nggak pernah keliatan kusut pas lagi sama gue” Doni membelai rambut Figi, egonya saat ini terlihat jelas, serta raut penyesalan diwajah Doni.

Kecupan lembut diberikan Doni tepat di dahi Figi. Kini Doni yang memeluk tubuh mungil Figi.

***

“FIGIII” Agus, Rama dan sahabat-sahabat mereka yang lain sudah berada di sisi tenggara GOR tempat mereka biasa berkumpul sebelum perlombaan…

Lihat pos aslinya 4.059 kata lagi

K – I – T – A Chapter 12

Catatan lusuh

Doni POV”

Gerr…

Besok pertandingan se-Kabupaten sudah dimulai, seminggu cepat sekali rasanya, sepertinya aku baru saja berlatih teknik-teknik karate yang aku kurang kuasai, Ozi teman sparingku itu selalu berhasil menjatuhkanku saat aku melakukan gerakan yang kurang aku kuasai terhadapnya.

Ozi itu satu angkatan, kalem, mirip sekali sifatnya dengan Figi yang dulu tapi tentu Ozi jago dalam mempertahankan diri, aku ingin Figi seperti itu tapi rasa-rasanya aku menyesal Figi berubah menjadi lebih berani untuk sekarang ini, aku ingin Figi tetap seperti yang dulu, yang selalu dekat denganku serasa aku itu malaikat pelindungnya.

Aku benar-benar merasa bodoh, membiarkan Figi jatuh kepelukan Agus, ya aku menyesal. Aku mencintainya dan aku terlalu bodoh untuk tidak mengakui itu.

“Don, serius lah” kak Kusni meneriaki ku, sudah ke empat kalinya aku dijatuhkan oleh Ozi, Ozi patner sparing ku selama ini karena kak Kusni bilang hanya Ozi yang setara skillnya dengan ku, kenapa bukan kak Kusni? Mungkin…

Lihat pos aslinya 4.439 kata lagi